Zulrofik menyayangkan ketidakhadiran kedua saksi tersebut

Wali Kota Sukabumi M Muraz serta Sekda Hanafie Zain kembali tidak hadir jadi saksi masalah penggelapan uang muka Pasar Pelita dengan terdakwa Kuasa Direksi PT Anugerah Kencana Kekal (AKA) bernama Irwan.

Walau tanpa ada hadirnya ke-2 orang itu sistem persidangan tetaplah dilanjutkan untuk dengarkan info saksi yang lain yakni Risa Amelia bekas kasir PT AKA serta Sandra Gunawan sebagai komisaris PT AKA.

” Pak Walikota tengah ada aktivitas Rembuk Integritas Nasional (RIN) di Yogyakarta, sesaat Pak Sekda lewat suratnya tengah menjenguk saudaranya yang tengah sakit di Banjarmasin, ” kata Rachman Zamal, salah seseorang anggota tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sukabumi pada beberapa wartawan, di PN Kota Sukabumi, Senin (4/12/2017).

Gagasannya pihak kejaksaan juga akan kembali melayang-layangkan surat panggilan yang ke-3 kalinya. Bila tetaplah tidak ada jadi ketentuan juga akan diserahkan pada majelis hakim.

” Ini panggilan ke-2, yang pertama tidak ada. Ke-2 tidak ada serta ke-3 apabila tetaplah tidak ada kita nunggu dari hakim adakah penetapan atau tidak. Berkaitan ada atau tidaknya penjemputan paksa itu bagaimana kelak ketentuan hakim, ” lanjut Rachman.

Memberikan info koleganya, Fikfik Zulrofik menyayangkan ketidakhadiran ke-2 saksi itu. Ia mengharapkan Walikota serta Sekda dapat ada supaya perkara penggelapan uang pedagang jadi jelas benderang.

” Hadirnya walikota serta sekda pasti begitu dinanti, untuk menerangkan duduk perkaranya bagaimana. Karna dari saksi terlebih dulu telah terang bila pembangunan pasar pelita ini mandeg, sekda sebagai tim pengawasan serta walikota ketahui bila ada problem pada Bank Garansi punya PT AKA, ” lebih Fikfik.

Sampai sekarang ini persidangan penggelapan pembangunan pasar pelita telah jalan sejumlah 6 kali. Majelis hakim diketuai AA Oka Parama, dua hakim anggota Ahmad Munandar serta Dian Febriandi. Tim JPU sendiri diantaranya Fikfik Zulrofik, Rahman Jamal, Suntoro, Jaja Subagja serta Iman Suryaman.