Wahyu Widya Nurfitri Di Berhentikan Kasus Suap

Wahyu Widya Nurfitri Di Berhentikan Kasus Suap – Mahkamah Agung (MA) juga akan memberhentikan sesaat hakim PN Tangerang, Wahyu Widya Nurfitri, karna jadi tersangka kiraan suap. Jika dapat di buktikan bersalah, Wahyu juga akan diberhentikan dengan tetaplah.

” Siapa lantas yang mengenai OTT segera kita SK-kan berhentikan sesaat dibayar 50 % upah pokok hingga ada putusan berkekuatan hukum tetaplah. Jika dapat di buktikan, sesudah putusan kebolehan hukum tetaplah segera kita berhentikan tetaplah. Namun bila tidak dapat di buktikan, kita rehabilitasi, ” kata Ketua Muda MA Bagian Pengawasan hakim agung Sunarto di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018) .

Terkecuali itu, dia menyebutkan MA sudah menyebut atasan segera hakim serta panitera pengganti PN Tangerang yang di tangkap KPK. Pihak yang di panggil merupakan Ketua PN Tangerang serta panitera PN Tangerang.

” Jadi ini berjenjang, bila ini hakim tingkat pertama jadi yang kami check barusan pagi merupakan ketua pengadilannya. Karna melibatkan panitera pengganti, yang barusan kami check paniteranya. Atasan langsungnya itu, pengawasan cukup bagaimana sewajarnya serta benar-benar telah ada pembinaan telah teratur nyaris 2 minggu sekali, ” papar Sunarto.

Menurut Sunarto, masalah suap pada oknum di pengadilan masihlah berlangsung karna pembawaan yg tidak mengetahui rasa takut. Beberapa oknum yang di tangkap cuma malu selagi disingkap media.

” Kita kembali ke pembawaan. Mereka type yang tak ada rasa takut yang ada rasa malu sama wartawan. Bila belum juga takut sama Tuhan, minimalnya takut sama wartawanlah. Malu sama wartawan maka mereka bila ada masalah gini yg tidak gunakan kacamata jadi gunakan, yg tidak flu gunakan masker. Takut disingkap, bila takut sama Tuhan juga akan jalan aman, ” katanya.

MA, menurut Sunarto, telah lakukan mencegahan, walau tidak dapat lakukan penyadapan pada panitera serta hakim. Menurut Sunarto, sekarang di MA telah dikerjakan service terpadu satu pintu untuk menghindar komunikasi pada hakim serta pihak beperkara, sampai kirim mistery shopper ke pengadilan.

” Rasanya menginginkan emosi, ingin emosi sama siapa kami juga sama juga dengan Ayah serta saya berikan mengapa sich tidak disadap HP kami tidak punyai kewenangan untuk menyadap seperti yang di dapatkan pada KPK, Polri intelijen, ” tuturnya.

KPK diawalnya mengambil keputusan hakim serta panitera pengganti Pengadilan Negeri Tangerang, Wahyu Widya Nurfitri serta Tuti Atika, jadi tersangka. Keduanya dimaksud terima suap berkaitan tuntutan perdata wanprestasi.

Suap disangka di dapatkan dari Agus Winarto serta Saipudin, yang dikatakan sebagai advokat. Mereka memberi suap pada Wahyu berkaitan tuntutan perdata perkara wanprestasi. KPK mengatakan commitment fee berkaitan pengurusan itu sebesar Rp 30 juta.