Polda Metro Sita 15.367 Pil Obat Keras yang Tidak Memiliki Izin Edar

Polda Metro Sita 15.367 Pil Obat Keras yang Tidak Memiliki Izin Edar – Polda Metro Jaya mengambil alih 15.367 pil obat keras yang tidak mempunyai izin edar. Obat itu seringkali dikonsumsi remaja sebelum tawuran.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono umumnya konsumen obat itu ialah remaja. Dengan konsumsi pil itu, dimaksud akan muncul keberanian serta ketahanan badan waktu tawuran.

“Dia, sebelum tawuran minum ini. Sebab akan ada ketahanan serta keberanian. Dia akan muncul keberanian untuk tawuran,” kata Argo pada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Selasa (19/9/2018).

Pil obat keras itu didapatkan dari dua tempat berlainan. Pertama di Tambora, Jakarta Barat, dengan pemilik atas nama AB. Ke-2, di Babelan, Kabupaten Bekasi dengan pemilik AMW. Mereka telah ditahan di Polda Metro Jaya.

“Mereka jual dari enam sampai dua puluh ribu rupiah per paket. Satu hari mendapatkan keuntungan Rp 600 ribu sampai Rp 1 juta,” kata Argo.

Pada polisi, pemilik toko mengakui mendapatkan obat itu dari sales obat yang hadir. Diluar itu, mereka juga membuat obat racikan, walau sebenarnya tidak mempunyai ketrampilan di bagian farmasi.

“Dia dua tempat itu, mereka terpergok tengah mengolah obat” kata Kasubdit Indag AKBP Sutarmo.

Sebetulnya, Tramadol telah tak akan di produksi. Karena itu, polisi tengah menguber pembuat obat itu.

“Untuk asal dari barang ini masih tetap diselidiki. Pemilik toko mengakui mendapatkan dari sales yang tidak dia kenal,” kata Sutarmo.

Dua terduga pemilik toko dijaring dengan UU no 36 Tahun 2009 Mengenai Kesehatan, serta UU no 8 tahun 1999 mengenai Perlindungan Customer. Ancaman optimal hukuman ialah 15 tahun penjara.