Perkosa Gadis di Kudus, Pria Beristri Berhasil Diringkus Polisi

Agen Casino

Perkosa Gadis di Kudus, Pria Beristri Berhasil Diringkus Polisi – Muhammad Irfani (19) masyarakat Desa Sambung, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, nekat memperkosa gadis berumur 19 tahun. Aktor memperkosa di persawahan di Desa Medini, Kecamatan Undaan. Terduga pada akhirnya sukses ditangkap Polsek Undaan.

Kapolsek Undaan AKP Anwar mengemukakan, momen berlangsung Kamis (17/1/2019) malam. Terduga nekat memerkosa korban di sawah.

“Masalah perkosaan ini berlangsung di sawah di Desa Medini, Undaan,” kata Anwar di Mapolres Kudus, Senin (4/2/2019).

Menurut dia peristiwa diawali, pada Kamis (17/1) malam waktu 20.30 WIB, terduga ada ke tempat kerja korban di Desa Sambung. Persisnya di SPBU mini. Kala itu situasi hujan lebat.

“Terduga ada serta turut berteduh pada tempat itu sebab hujan, setelah itu korban serta terduga berteman, sama sama bertanya nama serta alamat. Sebab telah waktunya korban pulang ke rumah serta saudaranya belumlah ada menjemput, terduga tawarkan buat membawa pulang,” katanya.

Sebab telah malam, ujarnya, korban lantas pengin diantar pulang ke rumah. Pada waktu perjalanan menjurus Desa Terangmas di lahan persawahan, aktor membelokkan sepeda motornya menjurus tanggul persawahan Desa Medini.

Sehabis berhenti lanjut ia, korban punya niat pulang dengan berjalan kaki, tapi terduga menarik korban menjurus sawah hingga terjatuh. Lantas korban dinaikkanya ke tanggul sembari dibekap mulutnya.

Menurut dia, korban mengupayakan meronta serta berteriak. Tetapi terduga mencekik leher korban sembari diancam bakal dibunuh. Terduga turunkan celana yang dipakai korban serta memerkosanya di sawah.

“Sehabis tuntas, korban diantar pulang. Sembari terus mengintimidasi bakal dibunuh apabila diberitahukan ke keluarganya,” ujarnya.

Terduga mengakui menyesal dengan apakah yang diperbuatnya.

“Serasi di perjalanan, baru ada niatan memerkosa. Saya menyesal. Saya pesan istri, pelihara kesehatan, pelihara kandungan, jika ia pengin mencari orang-orang serta tidak bersabar tunggu, ya nggak papi. Saya iklas,” kata Irfani di Mapolres.

Polisi ikut mengamankan beberapa barang untuk bukti seperti sepeda motor sampai kemeja yang dipakai korban. Terduga dikenai Klausal 285 KUHP dengan bahaya 12 tahun penjara.