KPAI Temukan Beberapa Anak Ikut Serta Kampanye Pilpres 2019

KPAI Temukan Beberapa Anak Ikut Serta Kampanye Pilpres 2019 – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) lakukan pengawasan serta pengaturan dengan Bawaslu dalam kampanye besar calon presiden Prabowo Subianto di Bogor, Jawa Barat. KPAI temukan beberapa ratus anak-anak yang ikut serta kampanye.

“Pelibatan anak dalam politik masih tetap berlangsung dalam kampanye terbuka. Peserta atau team kampanye membiarkan kedatangan anak-anak itu serta tidak ada usaha menyarankan anak-anak supaya tidak dalam rombongan kampanye. Bahkan juga anak-anak pula menggunakan atribut kampanye serta mengibarkan bendera partai pula,” kata komisioner KPAI Jasra Putra dalam keterangannya, Jumat (29/3/2019).

Jasra hadir ke tempat kampanye Prabowo di lapangan Stadion Pakansari tadi siang. Dari anak-anak yang diwawancarai di tempat, ada yang mengakui dibawa orangtua atau lembaga-lembaga yang menaungi mereka.

Anak-anak yang ada sudah sempat diwawancarai serta mereka dibawa oleh orangtua serta instruksi dari lembaga-lembaga yang menaungi anak itu. Pasti info ini mesti didalami oleh penyelenggara pemilu berkaitan ada usaha mengatur kedatangan anak,” katanya.

Ia menjelaskan semua pihak mesti memerhatikan hak-hak anak yang dilanggar sebab dilibatkan dalam pekerjaan kampanye. Karena, tidak hanya ditata dalam undang-undang, anak-anak memiliki ketahanan yang berlainan dengan orang dewasa.

Kita telah bekerjasama dengan Bawaslu berkaitan pelibatan anak dalam kampanye terbuka. Sesuai UU Pemilu Nomer 7 Tahun 2017 Masalah 280 ayat 2 huruf k yang mengatakan peserta serta atau panitia dilarang menyertakan masyarakat negara yang tidak mempunyai hak pilih. Setelah itu dalam UU itu dalam Masalah 493 mengatakan peserta serta panitia yang melanggar Masalah 280 ayat 2 diancam pidana 1 tahun kurungan serta denda Rp 12 juta,” katanya.

Awal mulanya, Bawaslu telah temukan pelanggaran dalam kampanye besar hari pertama Joko Widodo serta Prabowo Subianto. Bawaslu minta ke-2 paslon taati ketentuan.

“Kami meminta pada semua peserta pemilu mesti sesuai dengan semua sama ketentuan yang laku,” tutur anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar waktu dihubungi, Senin (25/3).

Fritz menjelaskan ketentuan yang harus juga ditaati ke-2 paslon salah satunya berkaitan dengan materi kampanye. Diluar itu, ia menjelaskan paslon mesti memerhatikan tata langkah rapat umum atau kampanye besar. Bawaslu pula memperingatkan masalah pemakaian sarana negara dan terdapatnya ASN yang ada waktu kampanye serta kekeliruan dalam pemakaian alat peraga kampanye.
(