Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Tidak Searah Prinsip Internasional

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Tidak Searah Prinsip Internasional – Presiden Amerika Perkumpulan (AS) Donald Trump udah menyebutkan negaranya mundur dari perjanjian iklim Paris 2015. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menilainya ketentuan itu tidak searah dengan prinsip internasional.

” Pastinya ketentuan itu tidak searah dengan prinsip internasional tentang akibat negatif pergantian iklim didunia, ” tutur Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir (Tata) di kantor Kemenlu, Jalan Taman Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (2/6/2017) .

Tata menyebutkan, Indonesia yakini kalau pergantian iklim yaitu satu tantangan yang dihadapi dengan cara global. Oleh karenanya, perlakuan nya juga memerlukan kerja sama dari seluruh pihak.

” Pergantian iklim ini yaitu tantangan yang memerlukan hubungan kerja serta peran dari seluruh pihak. Baik dari negara maju atau negara berkembang, hal tersebut sesuai sama prinsip yang udah disetujui dengan cara global, ” kata Tata.

Trump menyebutkan keputusannya menarik diri dari paris agreement dilandasi pada hasrat tidak untuk merugikan dunia usaha serta pekerja AS. Walau cukup kecewa atas ketentuan itu, Tata meyakinkan posisi Indonesia terus memiliki komitmen jadi area dari pemecahan pergantian iklim dunia.

” Indonesia terus memiliki komitmen untuk jadi area dari pemecahan menanggulangi pergantian iklim yang sekarang kita rasakan berbarengan, ” tegasnya.

Seperti di ketahui, Trump menyebutkan AS dapat menarik diri dari perjanjian Paris masalah pergantian iklim. Keputusannya ini menyebabkan kecaman global juga kritikan didalam negeri.

Dia mengatakan, AS dapat berhenti menterapkan perjanjian yang udah di tandatangani 195 negara itu, yang disebutnya sebagai ‘kesepakatan buruk’. Trump berkali-kali menyebutkan perjanjian yang di tandatangani pada masa Presiden Barack Obama itu, sebagai perjanjian yg tidak ‘menempatkan Amerika sebagai yang terutama’ serta sangat lunak pada rival ekonomi AS seperti China, India juga Eropa.

” Saya tidak dapat, sama sesuai hati nurani, memberi dukungan perjanjian yang menghukum Amerika Perkumpulan, ” sebut Trump seperti ditulis AFP, Jumat (2/7)