Kasus Bowo Sidik Masih Berjalan Di KPK

Kasus Bowo Sidik Masih Berjalan Di KPK – Anggota Komisi VII DPR Muhammad Nasir kembali di panggil KPK jadi sehubungan masalah perkiraan suap anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso. Ini pemanggilan kembali sebelumnya setelah Nasir gak ada pada Senin (24/6) kemarin.

“Di panggil jadi saksi buat terduga IND (Indung),” kata Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah pada wartawan, Senin (1/7/2019).

Nasir sebagai anggota DPR yang ruangan kerjanya sudah pernah digeledah KPK sehubungan masalah ini. Tapi KPK gak mengambil apapun dalam pencarian yang dijalankan pada Sabtu (4/5) itu.

Tidak hanya itu, KPK menyebut Rati Pitria Ningsi sebagai staf Nasir, Kelik Tuhu Priambodo sebagai faksi swasta, dan dua karyawan swasta bernama Tajudin serta Novi Novalina. Mereka pun dicheck jadi saksi Indung.

Dalam masalah ini, Bowo Sidik diputuskan KPK jadi terduga masalah perkiraan suap serta gratifikasi. Bowo dikira terima duwit dari Marketing Eksekutif PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti, yang sudah jadi terduga, melalui Indung.

KPK menerka Bowo terima suap seputar Rp 1,6 miliar dari Asty. Uang itu dikira dikasihkan supaya Bowo menolong PT HTK memperoleh kesepakatan pemakaian kapal-kapalnya buat distribusi pupuk dari PT Pupuk Indonesia Logistik.

Kecuali terima suap, Bowo dikira terima gratifikasi seputar Rp 6,5 miliar. Sehubungan perkiraan gratifikasi ini KPK pernah juga geledah ruangan kerja Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita serta mengambil beberapa dokumen dari sana, terhitung dokumen sehubungan Permendag terkait gula rafinasi.