Dampak Negatif Dari Pemberlakuan HET Bagi Pedagang Beras

Dampak Negatif Dari Pemberlakuan HET Bagi Pedagang Beras – Pedagang Pasar Kramat Jati di Jakarta Timur mengakui juga akan kesusahan jual beras bila harga nya sesuai dengan Harga Eceran Teratas (HET) yang barusan diputuskan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Jadi info, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengambil keputusan Harga Eceran Teratas (HET) beras medium Rp 9. 450 per kg serta beras premium Rp 12. 800 per kg.

Ketentuan ini diputuskan Kamis (24/8/2017), sesaat HET pada beras juga akan mulai berlaku pada 1 September 2017.

Berdasarkan penjelasan beberapa pedagang beras di Pasar Kramat Jati, HET pada beras yang diputuskan belum juga dapat masuk hitungan keuntungan pedagang.

Satu diantara pedagang beras, Imal (22) menyebutkan, umumnya dia jual beras premium sebesar Rp 13. 000 per kg atau Rp 12. 500 per liter.

Menurutnya, HET beras premium sebesar Rp 12. 800 per kg masih tetap kurang untuk menutupi modal yang ada.

” Sesungguhnya kurang dengan harga segitu. Kita modalnya saja Rp 12. 500 per liter. Bila HET-nya segitu belum juga masuk itungan untung, ” tutur Imal pada Kompas. com, Jumat (25/8/2017).

Imal mengungkap, beberapa pedagang beras umumnya mengambil keputusan keuntungan penjualan di bawah 10 % dari modal yang di keluarkan.

” Bila jual beras kami tidak ambillah untung banyak, terbesar lebih kurang (untung) 7 %, ” ungkap dia.

Dalam satu hari, pria asal Pandeglang ini bisa jual 150 kg beras serta yang paling banyak terjual yaitu beras kwalitas terendah dengan harga Rp 8. 400 per kg atau Rp 7. 500 per liter.

Disamping itu pedagang beras yang lain Hardi (48) juga terasa kesusahan bila mesti jual beras dengan HET yang diputuskan. Menurutnya, sekarang ini persaingan perebutan jual beras di pasar tradisionil begitu ketat.

Hardi menerangkan, orang-orang pastinya akan beli beras dengan harga yang murah. Bila, di toko Hardi harga beras mahal sedikit, jadi konsumen juga akan berpaling ke toko yang lain.

Meskipun, lebih Hardi, harga beras yang dijajakan pedagang di Pasar Kramat Jati relatif nyaris sama.

” Kesusahan sich. Bila dari sananya mahal, ya susah. Itu bila dari sananya saja, ” kata dia.

Jadi info, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengambil keputusan Harga Eceran Teratas (HET) untuk bahan pokok beras. HET pada beras mulai berlaku pada 1 September 2017.

Mengenai HET pada beras salah satunya : Jawa, Lampung serta Sumatera Selatan, beras medium Rp 9. 450 per kg serta premium Rp 12. 800 per kg Sumatera (tidak termasuk juga Lampung serta Sumatera Selatan, beras medium Rp 9. 950 per kg, premium Rp 13. 300 per kg.

Bali serta Nusa Tenggara Barat, beras medium Rp 9. 450 per kg, premium Rp 12. 800 per kg.

Di Nusa Tenggara Timur, beras medium Rp 9. 950 per kg, premium Rp 13. 300 per kg.

Di Sulawesi, beras medium Rp 9. 450 per kg, premium Rp 12. 800 per kg. Di Kalimantan, beras medium Rp 9. 950 per kg, premium Rp 13. 300 per kg.