Delapan Pemuda Ditangkap Polisi Akibat Pesta Tembakau Gorila

Delapan Pemuda Ditangkap Polisi Akibat Pesta Tembakau Gorila – Tim Jaguar Polresta Depok menangkap 8 pemuda yg lagi tengah pesta narkoba disebuah tempat tinggal kontrakan di Pancoran Mas. Kala disergap, banyak pemuda itu lagi tengah berpesta narkoba model tembakau gorila.

Kala akan di tangkap, pada Jumat 1 Desember 2017 diantara satu pemeran tak terima serta pernah adu mulut dengan Tim Jaguar. Akan tetapi, perihal tersebut tdk memiliki pengaruh serta mereka segera digelandang ke Polresta Depok.

Wakil Kepala Tim Jaguar Polresta Depok Aiptu Tulus Widodo menyampaikan, penangkapan banyak pemeran berasal dari laporan warga yg resah dengan diantara satu tempat tinggal kontrakan yg dikira acapkali jadikan area pesta narkoba.

Menurut dia, warga seputar udah coba memberi salam, akan tetapi teguran itu diacuhkan mereka. Warga yg marah, selanjutnya memberikan laporan ke petugas kepolisian.

” Saat sebelum laksanakan penangkapan kami laksanakan observasi lebih dahulu di area peristiwa. Sehabis sangat percaya tempat itu kerap jadikan tempat pesta narkoba, kami bergerak, ” ujarnya, Minggu (3/12/2017) .

Diterangkan, mereka beroleh barang haram itu dari layanan penjualan lewat on line. ” Ada yg mengakui baru 8 bln. ada pula yg udah 1 tahun memanfaatkan narkoba, ” ujar Tulus.

Dari tangan pemeran, lanjutnya, diketemukan tiga paket tembakau gorila, dua linting gorila siap isap serta beberapa puluh butir obat penenang.

” Menurut banyak pemeran sehabis mengisap gorila mereka berhalusinasi tinggi serta jadi lebih berani. Walaupun sebenarnya tembakau Gorila ini termasuk juga zat yg beresiko, ” pungkasnya.

Diantara satu pemeran, Yudha Prasetya menyampaikan, beli tembakau Gorila seharga Rp300 ribu per bungkus. Dirinya sendiri udah 8 bln. mengkonsumi barang haram itu.

Sehabis mengkonsumsi tembakau gorila, Yudha berasa dirinya sendiri lebih fit serta percaya diri. ” Saya gunakan bikin kerja. Lebih konsentrasi serta sugesti saja menjadi bertambah percaya diri. Gak ringan letih. Saya beli lewat on line Rp300 ribu di daerah Jawa, ” ujarnya