Climbing Festival Etape Memperkenalkan Olahraga Panjat Tebing

Climbing Festival Etape Memperkenalkan Olahraga Panjat Tebing – Road show Indonesia Climbing Festival (ICF) etape ke-3 yg diselenggarakan di tebing Sepikul, Trenggalek, Jawa Timur. Beberapa puluh peserta menyemarakkan arena ini.

Salah seroang panitia, Ringgo, menjelaskan pekerjaan ICF ini baru pertama-tama diselenggarakan di Indonesia. Ada empat etape yg dihampiri, yaitu Gunung Parang Purwakarta, Gunung Api Purba Ngelanggeran Yogyakarta, Tebing Sepikul Trenggalek serta etape paling akhir di Tebing Songan Bali.

“Kebetulan Trenggalek ini masuk etape ke-3, seusai Gunung Parang serta Gunung Purba Ngelanggeran, di Trenggalek kegiatannya dua hari, seusai Trenggalek kami dapat ke Bali,” kata Ringgo, Sabtu (22/6/2019).

Even pemacu adrenalin ini berniat diselenggarakan untuk memperkenalkan olahraga panjat tebing pada penduduk pemula. Tidak hanya itu sekaligus untuk memperkenalkan kemampuan wisata di wilayah yg disinggahi.

“Jadi dalam even ini tidak cuma dibarengi pemanjat profesional saja, tetapi penduduk umum bisa pula turut coba dengan dibarengi klub profesional dari FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia),” tangkisnya.

Tebing Sepikul Trenggalek berubah menjadi satu diantaranya area yg di ambil dalam even pertama, sebab sebagai satu diantaranya tebing batu paling tinggi di Jawa Timur serta udah berubah menjadi simbol panjat tebing di Jawa Timur.

“Di golongan pemanjat, Tebing Sepikul ini telah kondang di semua Indonesia mulai sejak tahun 198-0an. FPTI pula teratur mengadakan pengibaran bendera di atas tebing ketika 17 Agustus,” katanya.

Ringgo lihat kemampuan peningkatan wisata berlebihan di Trenggalek lumayan besar, lantaran punyai karunia dari Tuhan berwujud tebing-tebing yg menarik. Tidak hanya itu tanggapan masyarakat seputar untuk lihat langsung pekerjaan itu cukuplah tinggi.

“Pada etape pertama serta ke dua, tanggapan penduduk tak seramai ini, paling cuma kawan-kawan dari populasi saja. Namun bila di Trenggalek beda. Maka itu gagasannya ini hari dapat kami beri pekerjaan penambahan untuk penduduk,” paparnya.

Pengurus FPTI Ja-tim ini mengharapkan pemda punyai tanggapan yg bagus hingga meningkatkan kemampuan yg ada berubah menjadi tempat wisata jagoan di Trenggalek.