Bambang Bukan Nama Baru Di IPB Jadi Saksi Pakar

Bambang Bukan Nama Baru Di IPB Jadi Saksi Pakar – Prof Bambang Hero Saharjo digugat Rp 510 miliar oleh PT JJP yang diberi hukuman Rp 500 miliar sebab membakar rimba di Riau. Bambang adalah saksi pakar KLHK yang memberatkan PT JJP. Bagaimana debut Bambang?

Di jagat penegakan hukum, Bambang bukan nama baru. Guru Besar IPB itu berkali-kali jadi saksi pakar, lebih dari 200 masalah. Berdasar pada catatan detikcom, Rabu (10/10/2018), Bambang ikut jadi pakar di masalah kebakaran di Rimba Rawa Tripa, Aceh.

Kebakaran itu berlangsung kurun 2012. Lebih dari seribu hektare rimba terbakar. Beberapa ratus orangutan meninggal.PT Kallista Alam pemilik HGU disuruh tanggung jawab. Dia diseret ke pengadilan untuk bertanggungjawab. Di sinilah peranan Bambang diawali. Menjadi pakar kehutanan, dia menelisik serta mempelajari, apakah pemicu kebakaran rimba di Aceh itu.

“Sebelum pembakaran dikerjakan jadi sudah dikerjakan pekerjaan penebasan tumbuhan bawah, penebangan pohon di area yang sudah dibakar itu sebelum pembakaran dikerjakan dalam rencana penyiapan tempat/ land clearing untuk lalu dikerjakan pembakaran,” tutur Bambang dalam kesaksiannya.

Menurut Bambang, terjadi pembakaran dengan menyengaja dalam usaha untuk lakukan pembersihan tempat hingga gampang ditangani, di samping arah lainnya yakni untuk tingkatkan pH tanah hingga bisa ditanam dengan baik tampa memakai kapur.

“Karena terjadinya kebakaran itu sudah mengakibatkan kerusakan susunan permukaan tanah dengan tebal rata – rata seputar 5 – 10 cm hingga 1.300 m3 serta akan tidak kembali hingga akan menggangu kesetimbangan ekosistem dilahan sisa terbakar itu,” katanya.

Saat pembakaran sudah dilepaskan 0,7 ton karbon, 0,63 ton CO2. 0,002 TON ch4, 0,0013 ton NOX, 0,0006 ton NH3, 0,003 ton O3 serta 0,05 ton CO dan 0,03 ton partikel.

“Gas-gas rumah kaca yang dilepaskan saat kebakaran berjalan sudah melalui batas ujung berlangsung pencemaran yang bermakna jika gas – gas yang dibuat saat pembakaran sudah mencemarkan linkungan dilahan terbakar serta sekelilingnya, diluar itu gambut yang terbakar mustahil kembali sebab sudah rusak,” katanya.

Pada akhirnya, PT Kallista Alam dinyatakan bersalah sebab membakar rimba serta diberi hukuman membayar denda Rp 366 miliar. Direktur PT Kallista Alam ikut juga dijaring dengan masalah pidana.

Akan tetapi apakah nyana, Kallista Alam ajukan perlawanan ke PN Meulaboh serta dipenuhi. PN Meulaboh membatalkan semua proses hukum dari tingkat pertama, banding, kasasi sampai PK.

“Putusan Pengadilan Negeri Meulaboh itu berasa menikam langsung ke jantung perasaan keadilan kami. Bagaimana tidak, rasa-rasanya benar-benar susah dapat di terima akal sehat satu putusan pengadilan negeri mengadili putusan yang ditetapkan oleh pengadilan di atasnya, yakni Mahkamah Agung,” lanjut surat Amicus Curae ke Pengadilan Tinggi Aceh.

Beberapa Amicus Curiae ini terbagi dalam beberapa latar profesi serta ketrampilan. Diantara yang turut menandatangi itu yakni Prof Emil Salim, Prof Yusny Saby, Prof Ahmad Humam Hamid, Prof Syahrizal Abbas, Prof Mahidin. Diluar itu, juga ikut Mawardi Ismail, Suraiya Kamaruzzaman, Syarifah Rahmatillah, Farwiza Farhan, Nasir Nurdin, serta Zulfikar MP.